Alamat : Jln. Jend. A. Yani No. 01 Ngronggot Telp. (0358) 7606626 Fax. 774291 Kode Pos. 64395. Email : mtsn_ngronggot@yahoo.co.id

Drs. SUGIYONO dkk di Negeri Ginseng














Read more...

Drs. SUGIYONO di Korea











 
 

Read more...

TAHUN BARU PENAMPILAN BARU

 












Read more...

PENTAS SENI MTsN NGRONGGOT




 

Read more...

LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN SISWA (LDKS)

















Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) merupakan kegiatan rutin tahunan yang dilakukan oleh MTsN Ngronggot dan dilaksanakan oleh bagian kesiswaan MTsN Ngronggot pada tanggal 2 – 3 November 2012 dengan lokasi di MTsN Ngronggot.
Kegiatan LDKS merupakan pelatihan dasar tentang segala hal yang berkaitan dengan kepemimpinan, pengorganisasian dan perencanaan program kegiatan serta evaluasi kegiatan. pelatihan ini merupakan kegiatan untuk mempersiapkan pengurus osis yang akan dilantik tahun 2012. Pada LDKS tahun 2012 ini diikuti oleh 21 peserta, dimana sebagian besar pesertanya berasal dari kelas 8 dan 7. Tujuan dari pelatihan dasar kepemimpinan ini adalah mempersiapkan kader-kader pengurus OSIS baru untuk menjadi calon pengurus baru OSIS yang mampu menjadi pemimpin organisasi tersebut beserta unit-unitnya.
Kegiatan LDKS dilakukan didalam ruangan dan diluar ruangan dengan memberikan materi-materi dasar kepemimpinan.
Materi yang diberikan dalam pelatihan tersebut diantaranya adalah :
1. Teori Dasar Berorganisasi (Basic Theory to Organize)
2. Dasar-dasar Kepemimpinan (Fundamentals of Leadership)
3. Teknik Komunikasi (communication techniques)
4. Public Speaking
5. Pembuatan program kerja dan Rencana Aksi (Preparation of work program and Action Plan)
6. Membangun Kerjasama Tim (Team Work Building)
7. Testimoni Alumni
8. Paktek Lapangan
9. Games

Read more...

Kedudukan Kurikulum dan Guru dalam Pendidikan

Kurikulum disebut-sebut sebagai inti pendidikan dan menjadi ciri utama sekolah sebagai institusi yang bergerak pelayanan pendidikan. Kurikulum di dalamnya terdiri dari lima komponen: (1) Tujuan Pendidikan; (2) Isi (3) Strategi; (4) Pengelolaan Kurikulum, dan (5)  Evaluasi.
Dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah, guru mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk melaksanakan pengajaran atau sekarang lebih dikenal dengan istilah pembelajaran dan guru  menjadi eksekutif  utama kurikulum.
Kegiatan pembelajaran diwujudkan dalam bentuk  interaksi  antara guru dengan siswa. Siswa memiliki tugas pokok belajar yakni berusaha memperoleh perubahan perilaku atau pencapaian kemampuan tertentu berdasarkan pengalaman belajarnya yang diperoleh dalam  berinteraksi dengan lingkungannya.
Untuk mencapai tujuan pendidikan, guru berupaya “menyampaikan” sejumlah isi pembelajaran kepada siswa melalui proses atau strategi tertentu, serta melaksanakan evaluasi untuk mengetahui proses dan hasil pembelajaran.

Read more...

Peran Guru Terhadap Peningkatan Mutu Pendidikan

Peningkatan Mutu Pendidikan - Apa sajakah Peran Guru Terhadap Peningkatan Mutu Pendidikan akan sedikit kami jabarkan pada postingan kali ini. selamat membaca.

Guru dalam proses belajar mengajar mempunyai fungsi ganda, sebagai pengajar dan pendidik, maka guru secara otomatis mempunyai tanggung jawab yg besar dalam mencapai kemajuan pendidikan. Secara teoritis dalam peningkatan mutu pendidikan guru memilki peran antara lain :
  1. sebagai salah satu komponen sentral dalam system pendidikan,
  2. sebagai tenaga pengajar sekaligus pendidik dalam suatu instansi pendidikan (sekolah maupun kelas bimbingan),
  3. penentu mutu hasil pendidikan dengn mencetak peseta didik yg benar-benar menjadi manusia seutuhnya yaitu manusia yang beriman & bertaqwa kepada Allah SWT, percaya diri, disiplin, dan bertnggung jawab,
  4. sebagai factor kunci, mengandung arti bahwa semua kebijakan, rencana inovasi, dan gagasan pendidikan yang ditetapkan guna mewujudkan perubahan system pendidikan, dalam rangka mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan,
  5. sebagai pendukung serta pembimbing peserta didik sebagai generasi yang akan meneruskan estafet pejuang bangsa untuk mengisi kemerdekaan dalam kancah pembangunan nasional serta dalam penyesuaian perkembangaanjaman dan teknologi yang semakin spektakuler,
  6. sebagai pelayan kemanusiaan di lingkungan masyarakat,
  7. sebagai pemonitor praktek profesi.

Read more...

Anda ikut merayakan tahun baru, mengikuti siapa?

Perayaan tahun baru ternyata bukan sesuatu yang baru, bahkan ternyata itu adalah budaya yang sangat kuno, beberapa umat melakukan. Perayaan itu, diantaranya adalah hari raya Nairuz, dalam kitab al Qomus. Nairuz adalah hari pertama dalam setahun, dan itu adalah awal tahun matahari.
Orang-orang Madinah dahulu pernah merayakannya sebelum kedatangan Rasulullah. Bila diteliti ternyata ternyata itu adalah hari raya terbesarnya orang Persia bangsa Majusi para penyembah api, dikatakan dalam sebagian referensi bahwa pencetus pertamanya adalah salah satu raja-raja mereka yaitu yang bernama Jamsyad.
Ketika Nabi datang ke Madinah beliau mendapati mereka bersenang–senang merayakannya dengan berbagai permainan, Nabi berkata: ‘Apa dua hari ini’, mereka menjawab, ‘Kami biasa bermain-main padanya di masa jahiliyah’, maka Rasulullah bersabda:
إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَبْدَلَكُمْ
بِهِمَا خَيْرًا مِنْهُمَا يَوْمَ الأَضْحَى وَيَوْمَ الْفِطْر
“Sesungguhnya Allah telah menggantikan untuk kalian dua hari itu dengan yang lebih baik dari keduanya yaitu hari raya Idul Adha dan Idul Fitri. [Shahih, HR Abu Dawud disahihkan oleh asy syaikh al Albani]
Para pensyarah  hadits mengatakan bahwa yang dimaksud dengan dua hari yang sebelumnya mereka rayakan adalah hari Nairuz dan hari Muhrojan [Mir’atul mafatih]
Di samping majusi, ternya orang-orang Yahudi juga punya kebiasaan merayakan awal tahun, sebagian sumber menyebutkan bahwa perayaan awal tahun termasuk hari raya Yahudi, mereka menyebutnya dengan Ra’su Haisya yang berarti hari raya di penghujung bulan, kedudukan hari raya ini dalam pandangan mereka semacam kedudukan hari raya Idul Adha bagi muslimin.
Lalu Nashrani mengikuti jejak Yahudi sehingga mereka juga merayakan tahun baru. Dan mereka juga memiliki kayakinan-keyakinan tertentu terkait dengan awal tahun ini. [Bida’ Hauliiyyah]
Tidak menutup kemungkinan masih ada umat-umat lain yang juga merayakan awal tahun atau tahun baru, sebagaimana disebutkan beberapa sumber. Yang jelas, siapa mereka?, tentu, bukan muslimin, bahkan Majusi penyembah api nasrani penyemabah Yesus dan Yahudi penyembah Uzair.

Read more...

Share it

  © Blogger templates ProBlogger Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP